01 Februari 2009

BUKU

Semua orang tahu apa itu buku? Secara fisik umumnya terbuat dari kertas. Buku bagi siapa saja sangat diperlukan, terlebih bagi para pelajar atau maha siswa buku merupakan suatu kewajiban yang harus dibaca. Begitu pula bagi Guru buku merupakan senjata yang harus dimiliki, guru harus selalu meng update buku-buku yang dimiliki untuk mengikuti perkembangan yang ada. Entah itu perkembangan pada dunia pendidikan ataupun perkembangan seputar informasi yang ada. Guru harus selalu memiliki bahan ajar dan informasi yang berhubungan dengan yang diajarkan secara aktual dan up to date. Oleh karena itu Guru selayaknya mempunyai perpustakaan kecil di rumah yang berisi buku-buku yang berhubungan dengan profesinya di bidang mata ajar yang harus diajarkan kepada siswanya. Sejak tahun ini pekerjaan guru telah diakui sebagai pekerjaan profesi , makanya sekarang ada tunjangan Guru yang diberi nama tunjangan Profesi.

Apapun namanya tunjangan atau subsidi yang diperuntukkan kepada Guru, sebenarnya mempunyai tujuan agar guru lebih bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Guru mempunyai tugas yang berat namun sangat mulia karena mengajarkan sesuatu kepada orang lain dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang bodoh menjadi pintar. Bagi orang yang berpredikat guru tentu secara otomatis bangga dengan predikatnya. Dengan kebanggaan tersebut tentu tanpa ada bantuan atau subsidipun guru tetap bersemangat dan dedikasinya dalam mendidik selalu konsisten dengan komitmennya sebagai pendidik. Banyak orang tidak tahu bahwa Semua orang bisa menjadi pegawai tetapi tidak semua orang bisa menjadi guru.

Dalam kesehariannya tentu guru selalu sangat dekat dengan buku, khususnya buku-buku yang berhubungan dengan tugas yang diembannya. Kita tidak heran jika seorang guru pegang buku yang kusut, karena sering dibolak balik dibaca untuk dipahami dan ditransfer ke pada muridnya bahka kita akan heran jika melihat bukunya guru yang masih rapi, bersih karena tandanya tidak pernah dibuka.

Pada saatnya buku-buku yang semula merupakan barang sakral tersebut akan sampai juga ke tempat sampah, seperti barang yang lainnya karena sudah usang, tidak bermanfaat lagi maka oleh pemiliknya dibuang ke tempat sampah.

Bagi guru yang selalu mengikuti perkembangan yang berhubungan dengan kurikulum dan metodologi PBM (Proses Belajar Mengajar) tentu dapat memilah-milah antara buku yang sudah termasuk buku baru atau lama.

Seandainya guru tidak mengikuti perkembangan yang ada tidak mustahil jika suatu saat dikatakan guru mangajarkan sampah. Sungguh kasihan jika hal itu terjadi di sekitar kita ….

0 komentar: